TIPS buat yang ingin kuliah di Jerman: from Zero to Hero!

nice sharing… semoga bermanfaat

Ferizal Ramli's Blog

Hochschule_Furtwangen_HFUBuat siapa saja yang ingin kuliah di Jerman, ini TIPS dari saya agar anda bisa sukses kuliah di Jerman.

Sedikit intro Penting:
Saya sering mendapatkan pertanyaan japri baik melalui inbox Fesbuk, Email maupun di Blog saya seperti ini: “Pak Ferizal, kuliah di Universitas mana yang bagus jika saya ingin sekolah di Jerman?”

Dari pada saya jawab sepenggal-sepenggal tentang sekolah di Jerman maka ini saya beri pointer2 penting tentang kuliah di Jerman berdasarkan pengalaman saya secara komprehensif:

1. Kualitas Universitas di Jerman itu relatif sama bagusnya untuk berbagai jurusan. Jadi, pertanyaan universitas mana yang paling bagus atau terbaik itu adalah pertanyaan yang TIDAK relevan.
Memang tetap ada perbedaan kualitas antara jurusan A di Univ X dengan jurusan A di Univ Y, tapi itu bukan faktor yang relevan untuk dipertimbangkan secara serius karena perbedaan kulitasanya tetap relatif kecil.

2. Yang terpenting kuliah di Jerman itu adalah anda DITERIMA terserah di Universitas…

View original post 1,391 more words

Info SNMPTN 2014 dari Panitia di Kampus ITB

Catatanku

Minggu lalu Panitia SNMPTN 2014 mengadakan press release di Aula Barat ITB. Peserta yang menghadiri press release tersebut adalah guru-guru dan kepala sekolah yanng punya kepentingan langsung dengan SNMTN 2014. FYI, SNMPTN adalah seleksi mahasiswa baru PTN melalui jalur prestasi akademik siswa atau dikenal juga dengan jalur undangan. Selain SNMPTN, ada pula jalur ujian tulis yang bernama SBMPTN dan jalur seleksi Mandiri.

Untuk Anda yang punya anak atau adik yang akan mengikuti SNMPTN tahun 2014, berikut ini saya bagikan informasi penting dari press release tersebut, semoga bermanfaat. Bahan tulisan ini diambil dari file presentasi pada acara press release tersebut.

Seleksi mahasiswa baru PTN pada tahun 2014 ada tiga jalur: SNMPTN, SBMPTN, dan Jalur Mandiri. Berikut perbedaan masing-masing jalur tersebut:

SNMPTN
• Berdasar Prestasi Akademik Siswa (Rapor, Hasil UN, dan prestasi yang lain).
• Biaya ditanggung Pemerintah.
• Minimal 50% kuota daya tampung setiap PTN/Prodi.
Informasi umum SNMPTN dapat dilihat pada…

View original post 444 more words

Ketika Orang ITS Menilai ITB

Catatanku

Ada tulisan yang bagus dari seorang mahasiswa ITS Surabaya tentang ITB. Menarik juga untuk mengetahui bagaimana pandangan orang luar tentang ITB dan bagaimana ia membandingkan ITB dengan institusi pendidikannya sendiri. Menurut saya sebagian besar apa yang dikatakannya tentang ITB ada benarnya, meskipun sebagian lagi ada yang kurang tepat (ayo, tunjukkan yang mana?). ITS sebenarnya tidak perlu “minder” begitu terhadap ITB. Lagipula ITB, ITS, UI, UGM, dan semua perguruan tinggi lain yang ada di Indonesia diciptakan bukan untuk bersaing memperebutkan yang terbaik, tetapi bagaimana semuanya bersama-sama memajukan bangsa Indonesia yang besar ini.

Tulisan diambil dari sini.

Melawan Hegemoni ITB
Oleh: Bahtiar Rifai Septiansyah
Mahasiswa Teknik Perkapalan
12 April 2010 16:49:01

Malam itu, saya pergi berselancar bersama Eyang Google. Mata saya terbelalak melihat kata-kata berbunyi ”Melawan Hegemoni ITB” tercecer di milist alumni ITB. Padahal niat awal hanya mencari kabar tentang Dies Emas ITB setahun lalu (nama ITB resmi dipakai 2 Maret…

View original post 2,021 more words

Ketika Orang ITS Menilai ITB

Catatanku

Ada tulisan yang bagus dari seorang mahasiswa ITS Surabaya tentang ITB. Menarik juga untuk mengetahui bagaimana pandangan orang luar tentang ITB dan bagaimana ia membandingkan ITB dengan institusi pendidikannya sendiri. Menurut saya sebagian besar apa yang dikatakannya tentang ITB ada benarnya, meskipun sebagian lagi ada yang kurang tepat (ayo, tunjukkan yang mana?). ITS sebenarnya tidak perlu “minder” begitu terhadap ITB. Lagipula ITB, ITS, UI, UGM, dan semua perguruan tinggi lain yang ada di Indonesia diciptakan bukan untuk bersaing memperebutkan yang terbaik, tetapi bagaimana semuanya bersama-sama memajukan bangsa Indonesia yang besar ini.

Tulisan diambil dari sini.

Melawan Hegemoni ITB
Oleh: Bahtiar Rifai Septiansyah
Mahasiswa Teknik Perkapalan
12 April 2010 16:49:01

Malam itu, saya pergi berselancar bersama Eyang Google. Mata saya terbelalak melihat kata-kata berbunyi ”Melawan Hegemoni ITB” tercecer di milist alumni ITB. Padahal niat awal hanya mencari kabar tentang Dies Emas ITB setahun lalu (nama ITB resmi dipakai 2 Maret…

View original post 2,021 more words

Pengalaman Usaha yang Pernah Dilakukan, Usaha yang Menghasilkan Keuntungan >10.000 rupiah

Alhamdulillah diberi kesempatan untuk sharing informasi. Jika disuruh menceritakan pengalaman usaha apa saja yang pernah dilakukan, terutama yang menghasilkan keuntungan lebih dari sepuluh ribu rupiah, banyak yang ingin saya ceritakan. Sejak kecil saya sudah belajar berwirausaha, tidak tahu mengapa saya suka saja. Dari SD saya sudah mulai belajar wirausaha, niatnya untuk membantu orang tua, ya lumayanlah walaupun hanya menjual pernak pernik hasil kerajinan tangan sendiri. Perharinya bisa laku lima ribu sampai lima sepuluh ribu rupiah. Zaman dulu, uang segitu kan sudah cukup besar. Dari uang hasil jualan saya tabung untuk membeli buku-buku, komik, atau sekedar majalah untuk menambah wawasan. Puas rasanya kalau mendapatkan uang hasil jerih payah sendiri. Menjelang SMP, saya tidak lagi berjualan kerajinan tangan, entah kenapa mungkin karena bosan dan tugas yang lumayan banyak seiring standar kelas immersi, semua serba cepat. Di zaman SMP saya tidak berwirausaha untuk sementara.

Nah, lulus SMP kemudian ke SMA. Di SMA banyak usaha yang saya lakukan. Mulai dari jualan buku bersama teman-teman rohis, yang perharinya bisa laku keras, jualan kolak pisang n makanan berbuka puasa bersama teman-teman OSIS, yang biasanya kami lakukan untuk menambah dana kas OSIS. Kalau jualan ta’jil buka puasa hampir setiap tahun kami lakukan. Hanya bermodalkan uang sekedarny, sudah cukup membuat hasil yang memuaskan. Modal hanya dibelikan bahan-bahan untuk membuat kolak dan tahu pathi saja, yang dibuat kurang lebih sebanyak 50 buah, yang kami jual Rp 500,00 per bijinya, dan untuk kolak Rp 1.000,00 per buah, Alhamdulillah keuntungan per hari bisa mencapai 200.000 lebih. Jualan seperti ini biasanya kami lakukan 2-3 minggu sebelum hari-H lebaran. Sangat menyenangkan belajar usaha dari hal-hal yang kecil. Tidak hanya itu, saya mulai mencoba jualan jilbab. Yang ini usaha pribadi, karena di rumah banyak jilbab tidak terpakai dan masih baru, ya dijual saja, sesuai dengan harga aslinya ditambah sedikit. Merk-merk yang dijual pun cukup menjual, dari Rabbani, Hameeda, dan jilbab paris buatan sendiri. Selain jilbab, saya juga menjual lukisan saya. Lumayan keuntungan yang didapat. Paling tidak untuk lukisan kasar dihargai 30rb-50rb, sedangkan untuk cat minyak, dkk bisa mencapai ratusan ribu.

Kira-kira cukup segitu saja pengalaman saya sampai SMA, beda lagi di perkuliahan. Selama D3 di Politeknik Telkom usaha yang pernah saya lakukan yang nilai untungnya > 10000 adalah jualan donat bersama teman-teman BEM dan juga Lsyami, yang uangnya kami gunakan untuk menutupi kekurangan dana organisasi atau event yang akan diadakan. Untuk dunia internet, saya dan Esha Ramadiansyah, pernah jualan melalui web E-Commerce buatan kami, alamatnya 5mhs.com. Yang kami jual adalah alat-alat elektronik penunjang kuliah. Selain bersama Esha, saya juga sampai sekarang masih menjual perlengkapan notebook bersama teman saya, Shandi Adiwijaya, dengan alamat toko.lapakita.com. Yang kami jual di sini beragam, yang jelas tentang accessories notebook. Untuk ini, kami menjual barang berkelas dengan harga berkualitas, merknya meliputi asus, hp, sony, dll. Harga bisa menyesuaikan pesanan, penjualan secara online dan barang dapat dipesan. Belum lama usaha ini beridiri, baru dalam hitungan bulan.

Terakhir, sebenarnya saya bersama teman-teman (Geni, Esha, Cahyo, Tiar, Ferdi) sedang merintis sebuah perusahaan yang kami sebut Bumi Kahyangan Technologies(BKT) yang merupakan anak perusahaan Bumi Kahyangan Internasional yang berpusat di Wonosobo. Perusahaan ini bergerak di bidang Teknologi Informasi. Kami berharap perusahaan ini bisa berkembang. Alhamdulillah sudah mendapat donatur dan lampu hijau dari yang empunya perusahaan. Perusahaan ini juga sudah memiliki surat resmi, hanya saja sedang dalam tahap pengembangan. Semoga saja kami bisa menjadi entrepreneur sekaligus technopreneur yang sukses dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Amiin.